Ambon, LINDOnews.tv – Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) Maluku yang diketuai Wahid Laitupa, S.Sos, Mengirim 5 orang atlet tinju terbaik mewakili Maluku dalam kejuaraan Nasional, yang diselenggarakan PERBATI Pusat, dan mampu meraih medali emas, perak dan perunggu. Kejuaraan nasional yang dilaksanakan tersebut berlangsung dari tanggal 10 Februari hingga tanggal 14 Februari 2026, di Jakarta,
Wahid Laitupa, menjelaskan bahwa, tanggal 9 Februari kemarin, kita PERBATI Maluku telah berangkatkan 5 atlet tinju, 2 atlet Wanita dan 3 atlet Pria dalam rangka Uji coba untuk Kejuaraan Nasional yang diselenggarakan PERBATI pusat.
”Agenda PERBATI pusat ini digelar untuk mencari bibit-bibit petinju terbaik untuk nanti masuk sebagai atlet Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas),” ujar Laitupa kepada wartawan saat diwawancarai, Sabtu (14/2/2026)
Menurutnya, 5 atlet yang berhasil mengharumkan nama Maluku lewat peraihan medali, antara lain. Femmy M Benamen yang juga merupakan personil Lanud (1 medali perak), Dyah Y Rifai (1 medali Perunggu), Philip Tetiray (1 medali emas), Elias D Saa (1 medali perunggu), dan Fahri T Rifai yang belum berkesempatan meraih medali.
Laitupa mengatakan, hari ini ia mendapat informasi dari ketua harian PERBATI Maluku, bahwa atlet kita berhasil meraih 4 medali, kami merasa bangga atas capaian dari 5 atlet Perbati yang mampu bersaing dengan Perbati daerah-daerah lain se-Indonesia. Dan tanggal 17 Februari Ia bersama Penguru Perbati lainnya akan menjemput kelima atlet itu di Bandara Pattimura.
”Selaku orang Maluku dan juga Perbati Maluku, tentunya kami bangga atas perjuangan keras mereka untuk meraih 4 medali itu, walau Perbati Maluku baru seumur jagung, tapi dapat mampu bersaing dengan daerah lain di tingkat kejuaraan nasional,” ungkapnya bangga
Atlet Tinju Perbati Maluku dan Para Pelatih
Laitupa menyatakan, selaku ketua Perbati, ia akan mengupayakan pengembangan sasana pada Perbati Maluku demi mengembalikan kejayaan Maluku, yang pernah dikenal sebagai lumbung atlet tinju.
”Kami akan berupaya untuk mengembangkan sasana-sasana dibawah naungan Perbati Maluku demi menoreh prestasi dan mengembalikan kejayaan Maluku di bidang tinju,” jelasnya optimis
Selanjutnya ia menegaskan, Perbati Maluku akan membangun sinergitas dengan pemerintah provinsi Maluku untuk kemudian menjawab kepentingan para atlet tinju Maluku bukan hanya ditingkat kejuaran nasional tapi juga ke tingkat kejuaran dunia. Seperti olimpiade dan kejuaraan dunia lainnya.
Ketua Perbati Maluku itu, menghimbau dan mengajak Pemuda-pemudi Maluku, yang memiliki hobi dan berminat menjadi petinju yang handal dan profesional kedepannya juga sasana-sasana yang ada di Maluku untuk dapat bergabung dengan Perbati Maluku.
”Berbicara atlet, itu berbicara terkait masa depan mereka dan untuk meraih prestasi, maka untuk kepentingan jangka panjang mereka, kami siap mewadahi dan melindungi atlet tinju yang berprestasi dan mampu mengikuti kejuaraan nasional bahkan dunia,” tegasnya
Menurutnya, dibulan Juni atau Juli akan ada pertandingan tinju tingkat dunia yang digagas Perbati Pusat, harapnnya kita di Maluku bisa masuk, dan akan persiapan untuk itu. Dan untuk sasana yang kita pakai di bawah naungan Perbati adalah sasana Panzer, satu sasana di hatalai, dan sasana utama yaitu sasana Pattimura di Halong,
Lanjut Laitupa, Perbati berencana untuk pengembangan dan pembentukan sasana di wilayah Maluku Tengah kecamatan Leihitu dan Kecamatan Salahutu, agar juga dapat meminimalisir perkelahian antar remaja maupun pemuda di wilayah tersebut.
”Agar mereka dapat menyalurkan bakat dan keberanian mereka di ring tinju, dan tidak menutup kemungkinan untuk dapat meraih masa depan,” tandasnya
Laitupa mengakui, walaupun bukan latar belakang sebagai petinju, tapi karena diberikan kepercayaan sebagai ketua Perbati Maluku, hari ini kami bisa tunjukan dan wujudkan kepada Masyarakat Maluku, itu menjadi kebanggaan bagi kami.
Ia berharap, jika kemudian Perbati Maluku dapatkan rekomendasi dari Perbati Pusat untuk menyiapkan atlet tinju dari Maluku, untuk kejuaran dunia, maka kami akan melakukan langkah kordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi untuk dapat melihat kesiapan dan keberangkatan mereka, karena tentunya mereka keluar membawa nama Maluku. Soal pembinaan dan lain-lain itu manjadi urusan internal kami Perbati Maluku
”Kami mengapresiasi pemerintah provinsi yang telah turut campur tangan juga walau tidak banyak, karena ini langkah perdana serta kompetisi internal Perbati saya kira itu lebih mengarah kepada tanggung jawab besar kami selaku pengurus Perbati Maluku” tutup Laitupa